Permasalahan pada Pengecatan Tembok

Permasalahan pada Pengecatan Tembok

Kategori : Pengetahuan. Diposting pada : 28 Desember 2015 06:32:57

Chalking Lapisan film cat rusak karena pengaruh serangan dari garam alkali(biasa terjadi pada pengecatan tembok baru) atau pengaruh sinar matahari(pada tembok luar).pengenceran cat yang terlalu encer sehingga film cat tidak terbentuk sempurna Jika pengapuran hanya terdapat pada tempat tertentu,amplas bagian itu saja dan bersihkan dan beri lapisan cat kembali.jika terdapat pada seluruh tembok,rontokkan semua cat,bersihkan dan ulangi pengecatan(tunggu tembok kering dahulu).

Water Spot (Bercak Basah) Penyebabnya adalah penggunaan plamir yang belum kering sempurna dan diberi lapisan cat,sehingga air terjebak diantara dua hal tersebut dan mengakibatkan water spot Cara memperbaikinya adalah, amplas permukaan lapisan cat agar lebih porous dan air bisa keluar,jika jamur telah tumbuh pada bagian tersebut,cuci dengan kaporit kemudian cuci/lap dengan air bersih dan tunggu hingga benar-benar kering.

Blistering (Menggelembung) Cat mempunyai lapisan dan film yang rata,maka jika terdapat air didalamnya akan mengakibatkan menggelembungnya lapisan cat. Cara mengatasinya yaitu dengan dikerok.

Eflorescent (Pengkristalan) Terjadi pada permukaan plesteran tembok dimana garam muncul yang bersifat alkali muncul kepermukaan.jika Kristal-kristal itu muncul dibawah lapisan cat dan disertai kelembaban tembok akan merusak lapisan cat Untuk mencegahnya, pastikan bahwa tembok telah kering sempurna sehingga derajat alkali sudah memenuhi standar pengecatan (pH +8),dan garam alkali harus dibersihkan dahulu sampai tidak keluar lagi Bila sudah terlanjur kena, amplas permukaan lapisan cat agar lebih porous dan air bisa keluar, kemudian cuci/lap dengan air bersih dan tunggu hingga benar-benar kering,atau dengan dikerok lapisan cat yang sudah rusak

Saponification (Penyabunan) Serangan alkali pada lapisan cat yang berbahan perekat sejenis alkyd gloss. Alkali dan minyak akan bereaksi secara kimiawi yang disebut penyabunan dimana memberi hasil akhir seperti sabun dan menyebabkan lapisan cat menjadi lunak dan lengket. Bila sudah terkena, kerok lapisan cat lama, dan ganti dengan cat yang baru.

Discoloration (Perubahan Warna) Terjadi karena bahan perekat dan lapisan cat yang dirusak oleh garam atau bahan kimia yang berasal dari dalam atau udara,demikian pula pada pigmen warna cat juga dapat diserang. Jika sudah terjadi, lakukan pengecatan ulang dengan warna cat yang sesuai.

Crater (Permukaan Mata Ikan) Terjadi karena pengadukan cat yang belum sempurna. Karena itu, pastikan anda sudah mengaduk cat dengan baik sebelum digunakan. Jika sudah terjadi, tunggu sampai kering, kerok, dan lakukan pengecatan ulang.

Brushmarks (Garis bekas kuas) Penyebabnya adalah cat tidak mengalir rata saat dikuaskan,bisa karena teknik pengecatan yang tidak benar seperti pelapisan cat yang tidak teliti sehingga ketebalan tidak rata,pengenceran air yang kurang atau kuas saat dijalankan pada saat lapisan cat belum mengering. Kuas yang kotor atau bulu kuas yang menggumpal. Karena itu, pastikan cat sudah diencerkan dengan baik, dan gunakan kuas yang bermutu.

Flaking (Mengelupas) Terjadi karena pengecatan dilakukan pada bidang yang sudah mengapur,kotor dan berminyak sehingga daya rekat kurang. Bisa juga karena menggunakan plamir yang kurang bagus sehingga daya rekat tidak begitu kuat. Cara mengatasinya yaitu dengan mengerok lapisan cat lama yang bermutu rendah/permukaan yang sudah tidak bagus. Hindari pemakaian plamir/dempul terlalu tebal

Itulah bermacam-macam permasalahan yang sering dihadapi orang ketika ingin mengecat. Semoga artikel ini membantu kita mengenali permasalahan tembok, dan menanganinya dengan tepat.

« Back